Ini Pendapat Ahli Soal Prediksi Kiamat 2012 » Film ‘2012’ Elin Yunita Kristanti | Jum’at, 13 November 2009, 10:07 WIB “Bangsa Maya tidak pernah mengatakan bahwa kiamat akan terjadi pada 2012. Mitos kiamat diciptakan oleh Hollywood. Tujuannya apa lagi selain uang.” VIVAnews- Film teranyar berjudul ‘2012’ diluncurkan ke pasar. Sutradara Holywood, Roland Emmerich membuat Film ‘2012’ dengan mengambil setting 2012, akhir penanggalan Bangsa Maya, sebagai kehancuran dunia. Tahun itu tiba-tiba jadi penting, seiring kabar yang beredar bahwa dunia akan kiamat pada 21 Desember 2012. Benarkan kiamat datang tiga tahun lagi? Seorang ilmuwan yang mempelajari Bangsa Maya kuno selama 25 tahun, John Major Jenkins memberi pencerahan. “Dunia tidak berakhir pada 2012. Bangsa Maya tidak pernah mengatakan bahwa kiamat akan terjadi pada 2012. Mitos kiamat diciptakan oleh Hollywood. Tujuannya apa lagi selain uang,” kata Jenkins, seperti dimuat laman Cape Cop Times, Kamis 12November 2009. Bukannya menuju kehancuran, kata Jenkins, 2012 justru diyakini Bangsa Maya sebagai awal kebangkitan. “Bangsa Maya beranggapan 2012adalah saat kelahiran kembali, ketimbang kematian. Kelahiran kembali, seperti yang diajarkan para spiritualis kepada kita. Namun, Anda tak akan menemukan tentang wahyu tentang apa yang akan terjadi pada 2012,” tambah dia. Hollywood yang menciptakan histeria itu, jadi paling yang paling diuntungkan. “Isu kiamat dijual. Histeria bisa diciptakan dengan mudah. Informasi yang sesungguhnya, bangsa Maya tak pernah meramalkan dunia berakhir pada 2012,” kata Jenkins. Dijelaskan dia, penanggalan ‘Perhitungan Panjang’ Bangsa Maya yang ditemukan sekitar 2.100tahun lalu memang berakhir 21 sampai 23Desember 2012. “Kalender ‘Perhitungan Panjang’ milik Bangsa Maya memang ada akhirnya. Namun, ada lagi kalendar yang justru lebih sering digunakan, dalam kalender itu satu tahun terdiri dari 260 hari [sekitar 9 bulan],” kata Jenkins. “Itu adalah angka keramat [260] karena menggambarkan masa kehamilan manusia. Apa yang akan terjadi setelah itu? Ya, kelahiran. Itu yang harus kita jadikan analogi untuk melihat fenomena 2012,” kata dia. “2012 adalah akhir dari sebuah putaran dan mulainya yang baru. Apapun dalam budaya Maya adalah perputaran, termasuk kelahiran dan kelahiran kembali,” jelas dia. Bangsa Maya Kuno, kata Jenkins, diduga bahkan sengaja memilih 2012sebagai masa ‘kelahiran kembali’ berdasarkan ramalan astronomi Maya bahwa pada 2012 ada fenomena astronomis tak biasa yang terjadi di kurun ribuan tahun. Jenkins mengatakan dugaan adanya kiamat pada 2012 kemungkinan berakar dari sebuah buku berjudul ‘The Maya’ yang ditulis Michael Coe. Penulis buku tersebut, tambah dia, mengartikan akhir penanggalan Maya sebagai kiamat karena didasarkan latar belakang keyakinannya.