MUI : Imam Samudra dkk tidak mati syahid
Abu Bakar Baasyir : mereka mati syahid
Dibalik pro dan kontra dibalik perbedaan pendapat itu, saya berpendapat biar kita lihat faktanya. Fakta yang menjadi hakim. Kita ketahui bahwa setiap orang tahu bahwa ada karamah syahid yang selalu berulang-ulang terjadi pada syuhada di mana pun. Apakah tanda-tanda itu ada pada Imam Samudra dkk. Inilah yang berhasil diliput media-media.
Imam Samudra
1. Jenazahnya Wangi
Kesaksian Lulu Jamaluddin (Adik Kandung Imam Samudra) :
Reporter : Wirasatria
Ya Allah, jenazah kakak wangi sekali waktu dikeluarkan dari peti. Seperti minyak wangi yang sering dipakainya, kata Lulu Jamaluddin kepada INILAH.COM, di rumah duka, Lopang Gede, Serang, Minggu (9/11).
Peristiwa jenazah mewangi ini juga terjadi pada jazad Al Ghozi, tersangka teroris yang diburu lalu tewas ditembak polisi Filipina. Kesaksian ini datang dari seorang kerabatnya.
Jenazah Al Ghozi begitu wangi, ini menunjukkan almarhum mati syahid, kata kerabat Al Ghozi yang tidak diketahui namanya itu.

2. Disambut Petir
INILAH.COM
Reporter : Wirasatria
.Ketika jazad Imam Samudra akan dikubur di TPU Lopang Gede, Serang, Banten, sekitar pukul 10.30 WIB, tiba-tiba cuaca berubah mendung. Bunyi petir terdengar ketika jenazah Imam Samudra ditutup tanah merah.

3. Wajahnya Tampan dan Tersenyum
Kesaksian Lulu Jamaluddin pada INILAH.com
Reporter : Wirasatria
Wajah kakak ganteng banget, senyum, bersih, gemuk. Subhanallah. Saya senang melihat ini dan tidak percaya. Kalau dulu saya sering nonton ini di TV tapi sekarang ini saya alami sendiri, ungkap Lulu dengan raut wajah bahagia.

2. Wajahnya Sangat Tenang Sebelum Eksekusi
Kompas.com reportase Yulis Setiawan (Persda Network)
Tidak ada perlawanan, teriakan maupun luapan emosi dari tiga terpidana. Kepala Bidang Pembinaan LP Batu yang bertugas memanggil ketiga terpidana dari dalam sel. Seperti anak penurut, ketiga terpidana ini keluar dari sel. Mereka begitu tenang, ujar seorang saksi mata yang mengikuti persiapan hingga selesainya pelaksanaan eksekusi.
Amrozi dan Ali Ghufran (Mukhlas)
1. Disambut Tiga Burung Belibis
INILAH.COM reportase : Wirasatria
Sementara itu kejadian unik juga muncul di Desa Tenggulun, Lamongan, Jawa Timur, Minggu (9/11). Sekitar satu jam menjelang kedatangan jenazah Amrozi dan Mukhlas di rumahnya, muncul tiga burung belibis hitam mengitari rumah Amrozi.
Warga yang memadati area sekitar rumah Hj. Tariyem, dibuat takjub dengan kedatangan tiga burung belibis hitam itu. Ini tanda jenazah mereka langsung bertemu dengan Allah. Burung itu bidadari yang menjemput,� ungkap H Ahmad, pendukung Amrozi cs.

2. Wajahnya Sangat Tenang Sebelum Eksekusi
Kompas.com reportase Yulis Setiawan (Persda Network)
Tidak ada perlawanan, teriakan maupun luapan emosi dari tiga terpidana. Kepala Bidang Pembinaan LP Batu yang bertugas memanggil ketiga terpidana dari dalam sel. Seperti anak penurut, ketiga terpidana ini keluar dari sel. Mereka begitu tenang, ujar seorang saksi mata yang mengikuti persiapan hingga selesainya pelaksanaan eksekusi.
3. Langit Membentuk Lafaz Allah
Laporan : Arrahmah.com
Lebih dari tujuh menit burung tersebut berputar-putar, seakan memberikan persaksian bahwa mereka adalah para syuhada. Istri dari Ali Ghufron, Ustdzh. Paridah Abbas menambahkan, dia melihat langit membentuk kalimat Allah saat ketiga burung tersebut datang.
Sumber :
1. http://www.inilah.com/berita/politik/2008/11/09/60730/peristiwa-gaib-matinya-amrozi-cs/
2. http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/10/06270840/detik-detik.eksekusi.amrozi.dkk
3. http://www.arrahmah.com/index.php/news/detail/as-syahid-imam-samudra-bergabung-dengan-kafilah-syuhada/
countreg.com