Zaman benar-benar sudah edan. Kemaksiatan merajalela. Termasuk salahsatunya adalah prostitusi (pelacuran). Dari mulai yang terselubung hingga terang-terangan. Kota Jakarta, Ibukota kita terkenal menjadi basis dari segala maksiat ini. Namun siapa sangka. Di tengah-tengah kota yang menurut penilaian kita adalah kota alim ternyata menyimpan sebuah kenaifan. Sebut saja kota Tasikmalaya. Mungkin hanya seklumit contoh saja. Di tempat lain mungkin lebih banyak lagi. Sebelumnya mohon maaf kepada warga Tasik. Ini bukan bermaksud melecehkan. Tapi kita sesama umat muslim tak ada salahnya untuk saling mengingatkan. Prostitusi di kota ini, ternyata lebih biadab. Jika kita tahu sebuah tempat khusus untuk ajang bertransaksi sex, maka itu belum seberapa. Di kota ini tempat tersebut ada disekitar tempat suci. Ya sebut saja Masjid Agung di kota ini. Siapa sangka jika malam telah tiba. Di sekitar masjid kota ini, banyak berkeliaran germo-germo yang menjembatani transaksi sex. Bahkan lebih gila lagi, para germo tersebut kerap menutupi jati dirinya dengan memakai jilbab layaknya seorang muslimah. Masya Allah… Menurut pemerintah setempat, sering diadakan razia psk oleh satpol pp. Namun prostitusi ini seperti tanaman yang patah tumbuh. Meski telah dirazia mereka tidak pernah kapok.

Sobat… Kalau kita fikirkan, mungkin ini salah satu penyebab bencana gempa yang sering terjadi di kota Tasikmalaya. Namun gemerlap dunia kerap kali membutakan mata hati dan fikiran manusia. Solusi apa yang terbaik menurut anda dalam mengatasi hal ini? Berikan komentar di bawah ini. (Sumber: TELISIK-ANTV)